Selamat Datang di Community Minang Batam - Hadiri Acara Baralek Gadang Urang Awak di Arena Sport Hall, Temenggung Abdul Jamal, Pada Hari Sabtu, 07 September 2013, Pukul 09:00 - Selesai, Dimeriahkan oleh Artis Ibukota Aura Kasih dan Artis Minang

Thursday, 24 March 2016

Bandar Udara Internasional Minangkabau ( BIM )






Informasi
Jenis bandara Sipil
Pengelola PT Angkasa Pura II
Melayani Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Lokasi Ketaping, Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat
Penghubung untuk
  • Garuda Indonesia
  • Lion Air
  • Air Asia
Ketinggian MDPL 18 kaki (5 m)
Koordinat 0°47′12″LU 100°16′50″BT
Situs web http://www.minangkabau-airport.co.id
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
m ft
15/33 3.000 (Desember 2.014/Januari 2.015) 9.020 Aspal



Bandar Udara Internasional Minangkabau (kode IATA: PDG, kode ICAO: WIEE) atau biasa disingkat BIM adalah bandar udara bertaraf internasional utama di provinsi Sumatera Barat yang melayani penerbangan-penerbangan dari dan ke Kota Padang. Bandara ini berjarak sekitar 24 km dari pusat Kota Padang dan terletak di wilayah Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Bandar Udara Internasional Minangkabau mulai dibangun pada tahun 2002 dan dioperasikan secara penuh pada 22 Juli 2005 menggantikan Bandar Udara Tabing. BIM merupakan bandara satu-satunya di dunia yang memakai nama etnis.
Pada tahun 2006, bandar udara ini ditetapkan oleh Kementerian Agama sebagai tempat embarkasi dan debarkasi haji untuk wilayah provinsi Sumatera Barat, Bengkulu dan sebagian Jambi. Sejak 1 Januari 2012, jam operasional bandara ini diperpanjang oleh PT Angkasa Pura II hingga pukul 00.00 WIB, yang sebelumnya hanya dibuka hingga pukul 21.00 WIB.

Pembangunan

Bandar Udara Internasional Minangkabau dibangun sebagai pengganti Bandar Udara Tabing yang sudah tidak lagi memenuhi persyaratan dari segi keselamatan penerbangan setelah 34 tahun lamanya digunakan. Pembangunan bandara ini mulai dilakukan pada tahun 2001 dengan menghabiskan biaya sekitar 9,4 miliar Yen, dengan 10% di antaranya (sekitar 97,6 miliar Rupiah) merupakan pinjaman lunak dari Japan Bank International Coorporation (JICB). Konstruksinya melibatkan kontraktor Shimizu dan Marubeni J.O. dari Jepang, dan Adhi Karya dari Indonesia.
Bandar Udara Internasional Minangkabau berdiri di atas tanah seluas 4,27 km² dengan landasan pacu sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter. Penerbangan domestik dan internasional dilayani oleh terminal seluas 12.570 m² yang berkapasitas sekitar 2,5 juta penumpang setiap tahunnya.
Bandar udara ini adalah bandara kedua di Indonesia setelah Soekarno-Hatta yang pembangunannya dilakukan dari awal. Rencana induk pembangunan bandara ini dilakukan dalam tiga tahap, tahap keduanya dimulai pada tahun 2010. Setelah semua tahap selesai pengerjaannya, panjang landasan bandara ini akan diperpanjang menjadi 3.600 meter, yang juga dilengkapi dengan landasan penghubung (taxiway) paralel di sepanjang landasan.

Akses

Bandar Udara Internasional Minangkabau dapat diakses baik menggunakan kendaraan pribadi, maupun kendaraan umum seperti bus dan taksi yang beroperasi setiap hari dari Kota Padang dan kota-kota lain di sekitarnya. Selain itu adapula bus Damri yang melayani rute BIM—Pasar Raya dan bus Tranex Mandiri rute BIM—Lubuk Begalung.
Selama tahun 2011, jumlah penumpang di bandara ini telah mencapai 1,3 juta, dua kali lipat lebih dari yang ditargetkan pada tahun 2010 yaitu 622.000 penumpang. Sejalan dengan perkembangan bandara, pemerintah daerah telah membangun jalan layang di perempatan jalan masuk menuju bandara, yang disusul dengan pelebaran ruas jalan Tabing—Duku sepanjang 10 km yang merupakan bagian dari ruas jalan Padang—Bukittinggi.
Di sisi lain, PT (Persero) Kereta Api berencana menambah jalur kereta api baru sepanjang 4,2 km dari Stasiun Simpang Haru, Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau. Untuk itu, satu set railbus atau kereta api jalur pendek telah didatangkan untuk melayani rute ini. Railbus buatan PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun dengan kapasitas 150 penumpang tersebut sampai di Stasiun Simpang Haru pada 31 Desember 2012 dan diangkut melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada 9 Desember 2012 menuju Pelabuhan Teluk Bayur, Padang. Namun, karena belum rampungnya infrastruktur, railbus ini untuk sementara akan dioperasikan sebagai angkutan wisata dari Padang menuju Stasiun Pariaman sampai pembangunan rel baru menuju Bandara Internasional Minangkabau selesai dibangun. Tertunda dari target semula karena ketiadaan anggaran pembebesahan lahan, rute kereta api baru yang akan menghubungkan Kota Padang dengan bandara ditargetkan akan rampung pada tahun 2015 mendatang.

Maskapai dan tujuan

Sejumlah penerbangan yang dilayani bandara ini sama seperti bandara sebelumnya, yaitu Bandar Udara Tabing. Untuk penerbangan domestik, antara lain dengan Jakarta, Batam, Medan, Bengkulu, Sungaipenuh, Sipora dn Bandung. Sementara untuk penerbangan internasional yaitu dengan Kuala Lumpur. Penerbangan ke Singapura yang dilayani oleh Tigerair Mandala ditutup setelah beberapa bulan beroperasi karena rendahnya tingkat isian penumpang.
Bandar Udara Internasional Minangkabau dapat menampung pesawat berbadan lebar seperti Airbus A300, Airbus A330, Airbus A340, Boeing 747 dan MD 11. Kelengkapan fasilitas yang jauh berbeda dengan Bandar Udara Tabing, terbukti menggairahkan aktivitas penerbangan di bandara ini. Hingga saat ini tercatat sebanyak lima maskapai penerbangan nasional dan satu maskapai penerbangan asing yang telah beroperasi di bandara ini, antara lain adalah sebagai berikut.
Berikut daftar penerbangan langsung melalui Bandara Internasional Minangkabau:

Penumpang

Maskapai Tujuan
AirAsia Kuala Lumpur, Singapura
Batik Air Bandung, Jakarta-Halim Perdanakusuma, Jakarta-Soekarno-Hatta
Citilink Bandung, Batam, Jakarta-Halim Perdanakusuma, Jakarta-Soekarno Hatta, Medan, Palembang
Express Air Bandung
Garuda Indonesia Jakarta-Soekarno Hatta
Garuda Indonesia Haji: Jeddah
Indonesia AirAsia Surabaya
Lion Air Batam, Jakarta-Soekarno Hatta, Medan
NAM Air Jakarta-Soekarno Hatta
Sriwijaya Air Batam, Jakarta-Soekarno Hatta, Medan
Susi Air Bengkulu, Lasondre, Muko-Muko, Padang Sidempuan, Pulau Telo, Simpang Amprek, Sipora

Fasilitas

Gambar skematis landasan pacu BIM
Bandara ini memiliki empat garbarata yang menghubungkan terminal dengan pesawat. Fasilitas pendukung yang dimiliki bandara ini adalah area parkir yang luas, toko yang menjual aneka suvenir, dan makanan seperti :
  • Kentucky Fried Chicken
  • Pizza Hut

Monday, 21 March 2016

Tiga Tahun CMB Batam Eksis

Community Minang Batam ( CMB )

Saat ini memasuki tahun ketiga dalam perjalanannya dalam mewadahi silahturahmi masyarakat minang yang ada di Kota Batam, bahkan mencapai negeri jiran Malaysia.
Telah banyak pahit manis dan susah senang yang dirasakan.
Sekarang adalah masa yang baru dengan kepengurusan yang baru untuk Periode 2013 - 2016.

CMB tetap CMB ( Community Minang Batam )
TIDAK AKAN PERNAH BERUBAH

Diakui oleh IKSB ( Ikatan Keluarga Besar Sumatera Barat ), Organisasi Kepemudaan Minang Kota Batam ( ARM, RAMBERS, GM ARP SPARTACK'S Batam), dan masyarakat Minang di Kota Batam sejak tahun 2013.

CMB tetap CMB ( Community Minang Batam )
CMB akan tetap berdiri tegak.

Dewan Pengurus Community Minang Batam ( CMB ) Periode 2016 - 2019

Dewan Kepengurusan Community Minang Batam (CMB) Periode 2016-2019

Ketua Umum : Zie Yonda Syafma
Ketua 1 : Fauzy Ringgi Aviero
Ketua 2 : Marvi Tommy Sikumbang
Sekjen : Randy
Wakil Sekjen : Myera Ajhaa
Bendahara Umum : Widy PiLbers
Wakil Bendahara : Aceng Feri
Brigade CMB : Aidil Fajri
Humas CMB : Feby Ferdinan Muliana Putra


Semoga Pengurus yang baru dapat menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab sesuai yang diamanahkan.